Pemilihan Media Pembelajaran Berbasis Kreativitas (Handycraft)

PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KREATIVITAS (HANDYCRAFT)
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran 
Dosen Pengampu: Husni Mubarok M.Pd.I





Disusun Oleh:
Kelompok 10
Atik Nurul Hidayah
1510310021


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYYAH
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
TAHUN 2017





BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
        Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus dinamis sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir awam dan kaku menjadi lebih modern. Tujuan dari pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang di harapkan.
        Untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas dalam pendidikan, maka dalam proses pembelajaran penting sekali bagi guru ketika dalam mengajar menggunakan berbagai jenis media pembelajaran. Karena media pembelajaran merupakan salah satu sarana penunjang lancarnya pembelajaran dimana media dapat digunakan untuk memperjelas materi pelajaran yang masih abstrak, sehingga dengan menggunakan media materi-materi yang abstrak akan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Kreativitas yang dimiliki guru merupakan salah satu hal yang penting guna menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Belajar dengan membuat sesuatu akan menumbuhkan semangat peserta didik dalam belajar. Selain itu, pembelajaran dengan memanfaatkan kreativitas dapat menumbuh kembangkan jiwa kreatif peserta didik.

Rumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang di atas pemakalah merumuskan masalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana pengertian media berbasis kreativitas?
  2. Bagaimana kreativitas guru dalam pembelajaran?
  3. Bagaimana manfaat kreativitas guru dalam pendidikan?
  4. Bagaimana penerapan media berbasis kreativitas (handycraft) pada mata pelajaran IPA?

Tujuan
Tujuan merupakan gambaran dari rumusan masalah yang sudah pemakalah susun, adapun tujuannya yaitu:
  1. Untuk mengetahui pengertiang media berbasis kreativitas
  2. Untuk mengetahui kreativitas guru dalam pembelajaran
  3. Untuk mengetahui manfaat kreativitas guru dalam pendidikan
  4. Untuk mengetahui penerapan media berbasis kreativitas (handycraft) pada mata pelajaran IPA

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Media Berbasis Kreativitas
        Media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi materi pembelajaran yang berfungsi untuk memudahkan pendidik dalam menyampaikan sebuah materi dengan tujuan pembelajaran menjadi efektif dan efisien.
         Kreatif adalah serangkaian dengan baik dalam mewujudkan ide dan gagasan (kecerdasan) anak untuk menjadi karya melalui kegiatan praktik kerja sama secara sosial dan kultural antar anak. Dalam proses melakukan kegiatan atau kinerja ini, untuk bisa menghasilkan karya yang bagus, anak-anak akan diorganisasi oleh sistem kinerja dan kerja sama yang intensif. Kinerja ini akan memberikan dampak pengiring pada anak-anak secara langsung. Misalnya, mengenai pentingnya kerja sama, berbagi, bersatu, saling menghargai, saling menghormati, semangat, bangga pada prestasi, ingin menjadi yang terbaik, selalu membantu, mandiri, terampil, dan sebagainya.
      Kreativitas menurut kamus besar Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar kreatif yaitu memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan kreativitas memiliki arti kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang berbeda dengan sebelumnya. Kreativitas adalah sebuah karya yang harmonis dalam pembelajaran yang berdasarkan tiga aspek cipta, rasa dan karsa yang akan menghasilkan sesuatu yang baru agar dapat membangkitkan dan menanamkan kepercayaan diri siswa supaya dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
       Dari berbagai uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media berbasis kreativitas adalah media dimana penyaluran pesan atau informasi materi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru, dengan tujuan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran
        Kreativitas tidak selalu dimiliki oleh guru berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Hal ini dikarenakan kreativitas tidak hanya membutuhkan keterampilan dan kemampuan, kreativitas juga membutuhkan kemauan atau motivasi. Keterampilan, bakat, dan kemampuan tidak langsung mengarahkan seseorang guru melakukan proses kreatif tanpa adanya faktor dorongan atau motivasi. Jadi, motivasi merupakan salah satu faktor utama dalam menumbuhkan semangat dalam berkreativitas sehingga apa yang diinginkan terealisasikan. Tanpa motivasi, suatu kreativitas yang dimiliki tidak dapat terealisasikan.
      Mengajar dengan kreatif merupakan mengajar yang baik. Secara sederhana, mengajar merupakan sebuah pekerjaan yang memerlukan dan mencakup pengembanagn kreativitas. Kreativitas guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran dikelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.
Kreativitas dalam manajemen kelas:
       Manajemen kelas adalah aktivitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal manajemen kelas, kreativitas guru dalam manajemen kelas diarahkan untuk:
  • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
  • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar
  • Kreativitas dalam pemanfaatan media belajar
  • Dalam hal media belajar, kreativitas guru dalam media belajar diarahkan untuk:
  • Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
  • Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar dalam situasi yang nyata
      Dapat disimpulkan bahwa, kreativitas guru dalam pembelajaran dapat diarahkan pada dua komponen yaitu meliputi kreativitas dalam manajemen kelas dan kreativitas dalam pemanfaatan media belajar.

Manfaat Kreativitas Guru Dalam Pendidikan
        Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan peserta didik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup aspek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Berikut manfaat kreativitas guru dalam pendidikan:
  • Meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran
  • Mengembangkan kreativitas siswa
  • Transfer informasi lebih utuh
  • Merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar
         Jadi, dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas salah satu hal yang penting. Dalam pendidikan kreativitas guru bermanfaat Kreativitas guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran dikelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.

Penerapan Media Berbasis Kreativitas (Handycraft) Pada Mata Pelajaran IPA
        Pemakalah menerapkan media berbasis kreativitas dalam pembelajaran IPA pada materi rantai makan, di sini guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik (student centerd), model pembelajaran Project Based Learning, perserta didik akan di ajak untuk belajar sambil berkreativitas dimana bertujuan untuk meningkatkan aspek kognitif maupun psikomotor peserta didik dan materi mudah dipahami serta tidak mudah untuk dilupakan dan pembelajaran lebih menyenangkan. Indikator yang harus dicapai oleh peserta didik yaitu; pertama, mendeskripsikan rantai makan, produsen, konsumen, dan dekomposer. Kedua, mengklasifikasikan rantai makanan yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer. Ketiga, menyajikan karya mengenai rantai makanan yang terdapat di dalam ekosistem persawahan.
       Ceritanya pembelajaran IPA pada pertemuan kedua dimana materi telah disampaikan di pertemuan pertama, sehingga pada pertemuan kedua guru mereview sedikit materi dan mengajak peserta didik belajar tentang rantai makanan pada ekosistem persawahan yaitu dengan membuat karya berupa deorama tentang skema rantai makanan pada ekosistem persawahan. Disini guru hanya berperan sebagai fasilitator, memonitoring, penginstruksi, serta membimbing peserta didik dalam menyusun deorama tentang skema rantai makanan dalam ekosistem persawahan.
Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
  • Guru mengucapkan salam dan membaca doa bersama peserta didik
  • Guru menjelaskan tujuan membelajaran yang harus dicapai
  • Guru mereview sedikit materi dan memberitahu kegiatan pembelajaran yaitu membuat deorama tentang skema rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
  • Guru memberi lembar prosedur kegiatan dan bahan-bahan untuk membuat deorama tentang skema rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru memberi arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan
  • Guru meminta siswa untuk menyusun deorama tentang skema rantai makan pada ekosistem persawahan sesuai dengan prosedur
  • Guru membimbing peserta didik dalam menyusun atau membuat karya yang bertema Rantai Makanan pada Ekosistem Persawahan
  • Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil karyanya yaitu mengenai rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam dan membaca hamdalah bersama peserta didik

        Adapun alat, bahan, dan langkah-langkah dalam menyusun skema rantai makanan dalam ekosistem persawahan yang terdapat di lembar prosedur kegiatan, yaitu sebagai berikut:
Alat dan Bahan
  • Lem lilin, lem kertas, lilin, korek api, gunting, kain flanel warna abu-abu dan hijau, gambar rumput, gambar hewan, jamur, dan gambar pohon (sudah diprint), kardus bekas, kertas yang bertuliskan (rantai makanan, produsen, konsumen, dan dekomposer yang sudah diprint) dimana nanti akan diisi definisinya oleh peserta didik dan panah yang terdapat tulisan (produsen, konsumen, dan dekomposer yang sudah diprint).
Langkah-langkah pembuatan:
  • Siapkan kardus bekas yang sudah dipotong berbentuk segi empat
  • Gunting gambar-gambar maupun tulisan-tulisan yang sudah diprint, serta gunting kain flanel abu-abu maupun hijau sesuai kebutuhan
  • Rekatkan gambar-gambar sesuai dengan pasangannya dengan menggunakan lem kertas
  • Nyalakan lilin dengan korek api. Tempelkan potongan kain flanel ke kardus dengan menggunakan lem lilin
  • Langkah selanjutnya, susun rumput, hewan, dan jamur yang sudah disiapkan sesuai dengan perannya (produsen, konsumen, dan dekomposer) menggunakan lem lilin. Perindah dengan menempelkan beberapa pepohonan
  • Setelah selesai menyusun deorama tentang skema rantai makanan pada ekosistem persawahan, pasang panah yang terdapat tulisan tentang produsen, konsumen, dan dekomposer yang sudah digunting-gunting menggunakan lem lilin.
  • Terakhir yaitu pasanglah kertas yang terdapat tulisan rantai makanan, produsen, konsumen, dekomposer dan tulis definisinya dimasing-masing kertas kemudian tempelkan.
  • Setelah selesai menyusun skema, presentasikan didepan kelas. Selesai

BAB III
KESIMPULAN

Simpulan
        Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberi ide kreatif dalam memecahkan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya.
       Kreativitas guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran dikelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.
        Beberapa manfaat kreativitas guru dalam pendidikan yaitu; kreativitas guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran dikelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.
        Adapun penerapan media kreativitas pada mata pelajaran IPA, berikut Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
  • Guru mengucapkan salam dan membaca doa bersama peserta didik
  • Guru menjelaskan tujuan membelajaran yang harus dicapai
  • Guru mereview sedikit materi dan memberitahu kegiatan pembelajaran yaitu membuat deorama tentang skema rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
  • Guru memberi lembar prosedur kegiatan dan bahan-bahan untuk membuat skema rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru memberi arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan
  • Guru meminta siswa untuk menyusun skema rantai makan pada ekosistem persawahan sesuai dengan prosedur
  • Guru membimbing peserta didik dalam menyusun atau membuat karya yang bertema Rantai Makanan pada Ekosistem Persawahan
  • Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil karyanya yaitu mengenai rantai makanan pada ekosistem persawahan
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam dan membaca hamdalah bersama peserta didik

Saran
       Demikian makalah yang telah pemakalah susun, semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca maupun khalayak ramai yang berada di STAIN Kudus yaitu para mahasiswa. Pemakalah mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala kebesarannya, sehingga pemakalah dapat menyelesaikan makalah Media Pembelajaran yang berjudul Pemilihan Media Berbasis Kreativitas (Handycraft). Pemakalah menyadari bahwa didalam penyusunan makalah ini masih ada banyak kekurangan. Maka dari itu pemakalah minta saran dari para pembaca agar kelak dalam penulisan makalah, pemakalah dapat menyusun makalah lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:
Craft, Anna. 2003. Membangun Kreativitas Anak. Depok: Inisiasi Press.
Kurniawan, Heru. 2016. Sekolah Kreatif, Sekolah Kehidupan yang Menyenangkan untuk Anak. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Maulana, Hefni. 2016. Kreativitas Guru Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah. Makalah. Pontianak: Fakultas Bahasa dan Seni dan Institut Keguruan dan IPPGRI.
Yuwono, Trimo. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Arkola.

Sumber Internet:
Https://readwansyah.wordpress.com/2010/06/09/kreativitas-dan-inovasi-guru-dalam-pembelajaran, diakses pada tanggal 26 November 2017 pukul 20:30 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP Bahasa Arab kelas 1 materi Peralatan Menulis