Pembiasaan bershalawat pada anak usia dini
Atik Nurul Hidayah (1510310021)
PGMI-A
Tugas mata kuliah pembelajaran PKN SD/MI
Dosen : Primi Rohimi S. Sos, MSI
IAIN SUNAN KUDUS
Kegiatan membaca al-Berjanji setiap hari kamis
Nabi Muhammad SAW adalah sosok manusia tapi tidak seperti manusia biasa, beliau memiliki akhlak yang begitu mulia. Perjalanannya untuk menyebarkan agama Islam begitu besar dan penuh dengan tentang dari umat-umat yang tidak menerima dakwah beliau. Beliau selalu mengajarkan hal-hal yang patut kita contoh, selalu mendoakan kebaikan-kebaikan untuk semua orang. Beliau merupakan Nabi sekaligus Rasul utusan Allah yang terakhir, jika kita ingin mendapat syafaatnya maka kita dianjurkan untuk selalu melantunkan shalawat agar kelak dihari akhir kita mendapatkan syafaat dari beliau yaitu Nabi Muhammad SAW yang mana merupakan kekasih Allah SWT.
Di desa Bulung Kulon rt 5 rw 3 yaitu desa saya sendiri yang terletak di kota Kudus bagian Timur provinsi Jawa Tengah, setiap hari kamis malam jum'at selalu ada kegiatan membaca al-berjanji (dalam bahasa desa saya disebut "berjanjenan") serta shalawat. Kegiatan yang mulia ini dilaksanakan di mushola al-Ihsan yaitu mushola yang dibangun oleh Abah Mustain dan istrinya bernama Umi Duratul Inayah. Para orang tua mempercayakan anak-anaknya dimushola tersebut agar pintar mengaji dan selalu terbiasa bershalawat. Hal ini sejalan dengan KI pertama (menerima dan menjalankan aturan agama yang dianutnya) dan KI kedua (disini para anak-anak memiliki rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan sesama temannya).
Menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak usia dini adalah hal yang sangat diperlukan karena itu merupakan tabungan kebaikan untuk masa dewasanya nanti, sehingga menjadi pribadi yang berbudi pekerti baik. Penanaman nilai-nilai yang baik dapat meminimalisir tumbuhnya manusia yang melenceng dalam kehidupannya serta manusia yang tidak memiliki Budi pekerti yang tidak baik maupun kurang baik. Jadi, sebagai orang tua yang baik kita adalah guru pertama bagi anak-anak kita dalam memberikan pendidikan. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kita sudah menyerahkan anak kita ke dunia pendidikan formal maupun non formal kita menganggap anak kita adalah tanggung jawab mereka sepenuhnya dan jangan selalu menyalahkan orang yang mendidik (guru) anak-anak kalian jika anak kalian kurang pintar atau belum bisa-bisa di dunia pendidikannya. Kita sebagai orang tua haruslah tetap memantau anak-anak kita, baik dalam perkembangan maupun kebutuhannya.
By: Atik Nurul Hidayah
Semoga Bermanfaat 😊

Komentar
Posting Komentar