Kurikulum 2013 buku Dr. Rusman, M.Pd. "Pembelajaran Tematik Terpadu"



 ATIK NURUL HIDAYAH
1510310021
Mata Kuliah: Pembelajaran PKN SD/MI
Dosen: Primi Rohimi, S.Sos, M.Pd.



Latar belakang perlunya pengembangan kurikulum 2013
Kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi. Kurikulum untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum 2013 dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: 1) manusia berkualitas yang mampu dan profokatif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; 2) manusia yang terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,; dan 3) warga negara yang demokratis, bertanggungjawab.
Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu.

Rasional pengembangan kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.
1.    Tantangan internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu pada 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan san standar penilaian pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produkstif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%.oleh sebab itu, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumber daya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.
2.    Tantangan eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdangangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA).
Tatangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
3.    Penyempurnaan pola pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
a.  Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama.
b.    Pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru–peserta didik–masyarakat lingkungan alam, sumber/media lainnya).
c. Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet).
d. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains).
e.    Pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim)
f.     Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia.
g. Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik.
h.  Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (mono dicipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multi dicipline).
i.     Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
4.    Penguatan tata kelola kurikulum
a.    Tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif
b.  Penguatan manajemen sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leadre).
c.    Penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.
5.    Pendalaman dan perluasan materi
Studi PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori yaitu;
a.    Low mengukur kemampuan sampai level knowing
b.    Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying
c.    High mengukur kemampuan sampai level reasoning
d.    Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information

Karakteristik kurikulum 2013
1. Mengembangkan keseimbangan  antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik
2.  Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari disekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar
3.  Mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat
4.  Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan dan keterampilan
5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran
6.  Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasian kompetensi dasar, di mana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti
7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat dan memperkaya antarmata pelajaran dan jenjang pendidikan

Tujuan kurikulum 2013
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Proses pembelajaran kurikulum 2013
1. Pembelajaran intrakulikuler, pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah, dan masyarakat
2.    Pembelajaran ekstrakulikuler, kegiatan yang dilakukan untuk aktivitas yang dirancang sebagai kegiatan di luar kegiatan pembelajaran terjadwal secara rutin setiap minggu.

Prinsip pengembangan kurikulum 2013
1.    Kurikulum bukan hanya merupakan sekumpulan daftar mata pelajaran karena mata pelajaran hanya merupakan sumber materi pembelajaran untuk mencapai kompetensi
2.  Kurikulum didasarkan pada standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan dan program pendidikan.
3.    Kurikulum didasarkan pada model kurikulum berbasis kompetensi
4.    Kurikulum didasarkan atas prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk kompetensi dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik sesuai dengan kaidah kurikulum berbasis kompetensi.
5.    Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat.
6. Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
7.    Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi dan seni.
8.    Penilaian hasil belajar ditujukan untuk mengetahui dan meperbaiki pencapaian kompetensi.

Kerangka dasar kurikulum 2013
1.    Landasan filosofis: pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang; peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif; pendidikan ditujukan untuk mengembangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu; pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik.
2.    Landasan teoritis: pembelajaran yang dilakukan guru dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas dan masyarakat; pengalaman belajar langsung peserta didik sesuai dengan latar belakang, karakteristik dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh ppeserta didik menjadi hasil kurikulum.
3.    Landasan yuridis: undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945; undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional; undang-undang nomor 17 tahun 2005 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional, beserta ketentuan yang dituangkan rencana pembangunan jangka menengah nasional; peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah nomor 32 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan pemerintahan nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.

Elemen-elemen perubahan kurikulum 2013
1.    Perubahan kurikulum 2013 pada kompetensi lulusan: konstruksi holistik, didukung oleh semua materi atau mapel, terintegrasi secara vertikal maupun horizontal.
2. Perubahan kurikulum 2013 pada materi pembelajaran dikembangkan berbasis kompetensi sehingga memenuhi aspek kesesuaian dan kecukupan, kemudian mengakomodasi konten lokal, nasional dan internasional antara lain TIMMS, PISA, PIRLS.
3. Perubahan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran mencakup: berorientasi pada karakteristik kompetensi yang mencakup, menggunakan pendekatan saintifik, karakteristik kompetensi sesuai jenjang.
4.  Perubahan kurikulum 2013 pada penilaian mencakup penilaian berbasis tes dan nontes, menilai proses dan output menggunakan authentic assessment, rapor memuat penilaian deskripsi kualitatif tentang sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Standar kompetensi lulusan (SKL), kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum 2013
1.    Standar kompetensi lulusan: cakupan kompetensi lulusan, kompetensi lulusan satuan pendidikan
2.  Kompetensi inti: KI 1 untuk kompetensi inti sikap spiritual, KI 2 untuk kompetensi inti untuk sikap spiritual, KI 3 untuk kompetensi inti pengetahuan, KI 4 untuk kompetensi inti keterampilan.
3.   Kompetensi dasar: kelompok 1; kelompok kompetensi dasar spiritual dalam rangka menjabarkan KI 1, Kelompok 2; kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI 2, Kelompok 3; kelompok kompetensi dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI 3, kelompok 4; kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI 4.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP Bahasa Arab kelas 1 materi Peralatan Menulis